Jilbabku Ibu

November 10th, 2011

Waktu ku kecil bertanya pada ibu

“Ibu, pantaskah aku mengenakan helaian jilbab ?”

Ibu menjawab, “ pantas nak, jilbab itu mahkota”

 

Aku berdiam, berkaca, menatap wajah cantikku

Dengan pilar-pilar cinta penuh senyuman

Ku ambil helai kain jilbab milik ibu

Aku mainkan melingkari kepala

Oh, sungguh menakjubkan !

Mulailah aku berjilbab

Jilbabku, sayang.

 

Kini, hidup semakin menua

Ibu tiada…

Bisikan-bisikan setan girang mengusik qalbuku

“Buka Jilbabmu ! Bukalah”

 

Aku terdiam berpikir

Tak pantas aku melepasnya

Bisikan ibu terlintas,”Anakku, jikalah kau dihadang ujian, mohonlah petunjuknya”

Ketika itu, aku tersentak diam, dan melontar, “Aku berdosa Tuhan”

 

Yaa Allah…

Sungguh Engkau selalu menjaga makhluk-Mu

Maka, jagalah Jilbabku

Jagalah mahkota indahku…

Izinkan Aku Seperti Ibunda

November 9th, 2011

Izinkan Aku Seperti Ibunda

Harum mekar bunga indah-Nya

Dalam gelora permata Ilahi

Inilah kiriman cinta suci

Cinta yang membuat aku terbang diatas awan

Bersama bintang berkelip menyinari malam

Kau kepakkan sayap-sayap kasihmu

Kau terbangkan butir-butir cintamu dengan ikhlas

Dengan kasih suci untukku

Dalam indahnya pelangi selalu berwarna mekar diwajah indahmu

Dia…

Ya, dialah ibundaku

Dalam tangis pandai tersenyum

Dalam cobaan tetap tegar bagaikan karang

Dalam semangat yang tak pernah runtuh

Dalam dekapannya jiwaku akan tenang

Tuhan, aku ingin seperti dia

Berikan aku cinta seperti dia

Berikan aku senyuman seperti dia

Tuhan, aku tak meminta banyak

Izinkan aku seperti ibunda

Dear Diary

October 30th, 2011



Dear Diary by Mulan Jameela

dear diary ku ingin cerita kepadamu
tentang nya yang dulu singgah di hatiku
sejak itu hidupku jadi bahagia
karena dia slalu ada di hidupku oh

tapi kini dia menghilang
dan tak tau entah (berada) dimana
diaryku ku merindukannya
pujaanku engkau ada dimana

telah habis air mata
tak sekedar kata2 ku curahkan
harusnya aku berlari sampai ke ujung dunia
untuk mencarinya oh

aku terlahir ibu pun tiada~

March 1st, 2011

Kembali 8 tahun yang lalu ! 9 Januari 2003 Januari

Pukul 00.00 Ibu masih tertidur di bangsal, ibu masih terpasang pipa oksigen di hidungnya, ibu masih meringis memintaku untuk bolak balik ke sana ke mari untuk memanggil etta yang sibuk dengan saran-saran dokter yang aku pikir tak memberi solusi, yang dokter seenaknya saja berkata “dia tak akan bertahan” andai aku udah bisa memberi keputusan, udah dewasa, aku akan menambrak dokter-dokter itu…

Kembali aku ke dalam ruangan, melihat adik bungsu,mihram udah tertidur lelap bersama andong yang masih imut banget… Hanya aku yang tersadar di dalam ruangan, sambil berada di samping ibu yang terbaring… Kembali ibu memanggil “panggil etta,nak” (dengan suara yang sangat kecil, dan sudah hampir tak bisa berbicara)~ aku pun berlari hanya memakai sarung tak beralas kaki…

“Etta, dipanggil ibu lagi” etta kembali masuk, dan etta dan ibu berbicara, tapi aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan~ etta melirikku, dan langsung mengajakku keluar beli masker oksigen di apotik. Tanpa aku perhatikan pakaian apa yang aku pakai, aku langsung saja lari keluar dan diapotik baru tersadar, aku hanya memakai sarung tanpa pakai sendal juga,, argh! Teriak ke etta, kata etta,” udah sudah tak ada waktu untuk menggantinya, ibumu sudah sekarat~” tanpa mikir panjang aku melanjutkan ke apotik. Apotik pertama tak mendapatkan yang namanya masker, apotik kedua juga kagak ada, ketiga juga masih kagak ada, 4,5,6 dan seterusnya tetap ng ada juga :-( aku sudah lelah, wajah etta sudah sangat pasrah, pasrah.. Kembali ke rumah sakit dengan tangan kosong…

Ketemu dokter “dok, maskernya kagak ada :-(” dok: udah, udah ngga ada harapan :-)

(sambil tersenyum ke etta dan mengelus rambutku)

aku masih ngga mengerti kata kata dokter tadi…

Udah jam 3 subuh~ ibu berkata,”tolong jemput anakku yang tiga lagi, fya, indah, yuri. Sekarang”

Karena aku sudah cpe bget,, tak sadar aku tertidur di dekat mihram dan andong.

Teng ! Jam 06.30 bangun, eh tiba-tiba semua keluarga besar langsung datang, dan pas aku melihat mereka satu per satu, sudah ada tante yang membacakan  surat YASIN, sudah ada yang menangis,, aku pun ikut berdiri berjejer bersama saudara.. Mulai dari kak fya, kak indah, aku, yuri, andong, dan si bungsu mihram yang digendong oleh etta… Melihat kak fya yang air matanya udah mengalir, kak indah juga ikutan, aku semakin ng mengerti, aku pun ikut menangis…

Yasin udah dibacakan, semua keluarga menyarankan etta dan kami 6 bersaudara untuk memohon maaf pada ibu..

Kak fya yang duluan menghampiri, tangisannya sangat tak tertahan, sambil berkata,”addampengika ;-(” (artinya, maafkan aku). Di susul kak indah juga seperti itu sampai yang terakhir etta dan mihram.. Ibu tak bisa berkata,, hanya diam menatap kami semua. Setelah kami udah memohon maaf,, tante aku brkata,”udah pergi” dan ketika itu juga hanya suara mihram yang terdengar, dari mash belum bisa bicara tapi udah langsung berkata,”IBU, MATI :-(”

Anak sekecil itu udah ngerti dan aku tak mengerti sebelumnya, arti semua ini.

Akhirnya, sekarang aku masih bisa merasakan tanggal 9 Januari, walaupun sudah tak bersama lagi dengan sosok ibu. Begitu banyak HARAPAN,,, harapan untuk menjadi yang lebih baik dan terbaik.

belajar :-)

March 1st, 2011

kruk !

 

suara ini selalu berbisik ditelingaku..

kruk kruk kruk..

belajar menyiasati artinya..

gila, aku ngga mengerti..

 

ablas

March 1st, 2011

ABCD :-)

belajar menyebut huruf dari A-Z tetapi hanya bisa menghapal A B C D !!! wuih, ini agak sulit untuk aku pelajari. ada apa lidah ini, ada apa mulut ini. ada apa ini ? tak bisa melanjutkan huruf huruf… umurku sudah masuk 5 tahun, seharusnya aku seperti anak-anak lain yang pandai menghapal, seharusnya aku seperti yang lain bisa menyebut huruf A-Z dan menyebut angka 1-10 !

my first post

March 1st, 2011

ini adalah posting pertama 😀

KSR PMI UNIT I IPB

March 1st, 2011

ayoooo saudara-saudara ku KSR yang ter sayang, yang aku cinta :-) semangat yaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..

Kebahagiaan yang bodoh !~

February 27th, 2011

Pernahkah kau mencintai namun mulutmu enggan tuk berkata?
Hanya karena kesalahan di masa lalu yang pernah kau lalukan padanya, perih, tak berdaya. Menahan sakit yang kau rasakan. Yang bisa kau lakukan hanya terdiam menatap punggungnya pergi menjauh darimu.
Berharap tanpa kau mengatakan sepatah kata dia akan menyadari kehadiranmu.
Berbalik dan berkata “ aku mengerti…”
Kebisuan yang aneh..
Mengapa orang selalu menganggap diam berarti isyarat penantian??
Bodoh…
Bukan jawaban yang akan kau dapatkan, tapi harapan yang selalu kau tahtakan pada hatimu..
Tahta yang tak akan membawa senyummu kembali menjadi milikmu

Sedikit pendapat bodoh para mereka yang jatuh cinta, mengapa selalu menganggap organ gaib di tengah dada adalah hati??
Menciptakan kehidupan sendiri untuk menyiapkan ketegaran membayar tangisannya..

Perempuan…
Mengapa ditakdirkan berpikir dengan perasaan mereka??
Sampai akhirnya ketika dia menangis dia baru sadar kekeliruannya sambil berkata “ menagapa dulu begitu?” , kali ini mereka akan menggunakan logikanya.
penyesalan..

Pria…
Selalu harus ada dengan logika mereka
Dan ketika mereka kehilangan sesuatu yang di tinggalkan untuk logikanya, mereka baru akan menunduk dan berkata “ seharusnya…”
Kini perasaanlah yang bicara
Dan kembali yang mereka dapatkan hanya penyesalan.
Terlambat..

Ada seorang sastrawan kuno yang pernah mengatakan,
Perempuan dengan keanggunannya, tak bisa di ukur dengan seberapa cantiknya mereka. Seberapa tingginya kepala mereka terangkat ketika mereka berjalan. Dan seberapa indah gaun di tubuhnya.
Namun, keanggunan seorang wanita hanya dimiliki oleh mereka yang jika mereka terjatuh, mereka akan menangis sebentar kemudian bangkit dan berkata “ aku telah menyelesaikan urusanku, dan kini masa depanku masih tetap menantiku”

Emas tetaplah emas. Walaupun dia di genangkan dalam Lumpur, nilainya tetap berharga.

Dalam kata putus cinta, pasti ada kata cinta kan?
Dan cinta inilah yang akan membuat seorang anak perempuan menjadi cantik
Menjadi cantiknya mereka, merupakan penghargaan atas cinta yang telah d perjuangkannya.
Jadi, jika telah berjuang seperti itu.. kelak cinta selanjutnya akan datang mengampirimu,,,

tulisan ini di kutip dari seseorang yang saya sayang dan akan kujaga :)

Belajar capek !

February 26th, 2011

Belajar untuk merasakan capek akan ada baiknya :-)